Indonesia | English   

BERITA TERSERU
PERAYAAN IMLEK DI SD MARIA FRANSISKA
Perayaan Tahun Baru Imlek di SD Maria Fransiska berlangsung meriah, acara ini merupakan agenda tahunan dengan menghadirkan atraksi Barongsai yang digelar di halaman sekolah. Atraksi Barongsai berlangsung Hari Jumat,22 Februari 2013 yang dimulai dari pkl 09.00 10.30, sebanyak dua kali secara bergantian....
Wisata Ice Cream
...Setelah itu kami diajak berkeliling melihat-lihat dari balik kaca bagaimana keadaan pabrik es tersebut. Tabung-tabung besar, cup-cup es krim berjalan mengikuti alurnya. Pemandu menceritakan proses pembuatan, ...
Wisata Edukasi ke SARI ROTI
Pagi itu berbeda dengan pagi pagi yang lin selama sekolah di SD, anak anak kelas satu amat sangat bergembira, tersirat dari gerakkan mereka yang lincah. Pagi itu...
Hari Olahraga Patriae (HOPe)
Seperti yang kita ketahui bahwa pada September 2012 lalu, kita memperingati PON ke- XVII. Dimana pada Pekan Olahraga Nasional ini,...
Keluarga Kedua
Teater merupakan bagian dari seni pertunjukan yang menggabungkan antara seni peran dan seni-seni lainnya seperti seni musik, tata rias, tata cahaya, dan tata ruang. Sebuah kesenian yang kompleks ini...
Tujuh Proses Pembuatan Batik Tradisional

Batik telah diakui oleh UNESCO menjadi salah satu warisan dunia tak benda pada Konggres UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.  Pengakuan batik sebagai budaya dunia dinyatakan dalam sertifikat Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage per 30 September 2009 pk. 20.00

Sehelai batik adalah perlambang yang ditulis wax (malam = lilin batik) dalam alur canting.  Walaupun digarap dengan alat tradisional, banyak orang yang sependapat bahwa batik tak akan lekang oleh masa dan mode.

Dalam proses pembuatan batik tradisional yaitu batik yang menggunakan warna biru indigo dan soga, setidaknya ada tujuh tahapan yang menyertainya, antara lain :
  1. Mbatik, yaitu membuat pola pada mori dengan menempelkan lilin batik menggunakan canting tulis.
  2. Nembok, yaitu menutup bagian-bagian pola yang akan tetap dibiarkan berwarna putih dengan lilin batik.
  3. Medel, yaitu mencelup mori yang sudah diberi lilin batik ke dalam warna biru.
  4. Ngerok dan Nggirah, yaitu menghilangkan lilin dari bagian-bagian yang diberi warna soga.
  5. Mbironi, yaitu menutup bagian-bagian yang akan tetap berwarna biru dan tempat-tempat yang terdapat cecek.
  6. Nyoga, yaitu mencelup mori ke dalam larutan soga.
  7. Nglorod, yaitu menghilangkan lilin batik dengan air mendidih.

(Sumber : Kompas, Kamis tanggal 29 April 2010 halaman 33)



paxhigh.com © 2011-2013. Allright reserved